Jalur kereta api Kutoarjo-Purwosari
Jalur kereta api Kutoarjo-Purwosari adalah segmen jalur rel yang termasuk jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Dari arah barat dimulai dari Stasiun Kutoarjo (dikelola PT KAI Daerah Operasi V Purwokerto) menuju arah tenggara memasuki wilayah pengelolaan PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta, mengitari tepian ujung selatan Pegunungan Menoreh, lalu berbelok ke arah timur laut menuju Yogyakarta, kemudian ke timur dan timur laut hingga mencapai Stasiun Purwosari di tepi barat Kota Surakarta.
Jalur ini sepenuhnya berada di dataran rendah, dengan sedikit variasi jalur berkelok-kelok di antara Stasiun Wojo dan Stasiun Wates. Terdapat beberapa jembatan tinggi di jalur ini, yaitu yang melintasi Kali Progo dan Kali Opak. Jalur ini memiliki beberapa titik berpemandangan indah, terutama di daerah sekitar Candi Prambanan (dapat terlihat beberapa bangunan percandian) dan di antara Stasiun Klaten dan Stasiun Delanggu dengan pemandangan gunung kembar (Gunung Merapi dan Gunung Merbabu) yang tampak sempurna dilatardepani oleh persawahan yang terhampar luas.
Ujung timur jalur ini dapat diperpanjang sejauh tiga km hingga mencapai Stasiun Solobalapan, yang merupakan stasiun besar kelas satu.
Jalur ini secara bertahap ditingkatkan menjadi jalur rel ganda sejak 2001, diawali dengan segmen Stasiun Srowot sampai Stasiun Ketandan, yang segera dilanjutkan menjadi segmen Stasiun Brambanan sampai Stasiun Delanggu. Peresmian segmen awal ini dilakukan oleh Menteri Perhubungan saat itu, Agum Gumelar, pada tanggal 15 Desember 2003, ditandai dengan prasasti yang sekarang diletakkan di Stasiun Brambanan. Selanjutnya, pembangunan dilanjutkan ke barat sampai Stasiun Yogyakarta dan ke timur sampai Stasiun Solobalapan, dan selesai sepenuhnya tahun 2008. Jalur ganda ini termasuk jalur KA lintas cepat.
Jalur kereta api yang terhubung oleh jalur ini adalah
- Jalur kereta api Kroya-Kutoarjo
- Jalur kereta api Kutoarjo-Purworejo
- Jalur kereta api Purwosari-Kertosono
- Jalur kereta api Purwosari-Wonogiri
Apabila Stasiun Solobalapan dimasukkan, maka terhubung pula dengan Jalur kereta api Gundih-Solobalapan. Pada masa lalu (sampai dekade 1970-an), dari Stasiun Yogyakarta terdapat percabangan lintasan rel ke arah Magelang sampai Ambarawa dan terhubung dengan jalur KA Semarang - Gundih di Stasiun Kedungjati. Lebih dulu lagi, terdapat pula percabangan dari Stasiun Yogyakarta ke arah Bantul.
Stasiun
Berikut ini adalah stasiun-stasiun kereta api aktif yang berada di jalur ini.
- Stasiun Kutoarjo
- Stasiun Jenar
- Stasiun Wojo
- Stasiun Wates
- Stasiun Sentolo
- Stasiun Rewulu
- Stasiun Patukan
- Stasiun Yogyakarta
- Stasiun Lempuyangan
- Stasiun Maguwo
- Stasiun Brambanan
- Stasiun Srowot
- Stasiun Klaten
- Stasiun Ceper
- Stasiun Delanggu
- Stasiun Gawok
- Stasiun Purwosari
- Stasiun Solo Balapan
Semenjak beroperasinya rel ganda, beberapa stasiun dinonaktifkan, yaitu Stasiun Montelan (di antara Stasiun Kutoarjo dan Jenar), Stasiun Kedundang (di antara Stasiun Wojo dan Wates), Stasiun Kalasan (di timur Stasiun Maguwo), dan Stasiun Ketandan (di antara Stasiun Klaten dan Ceper). Jauh sebelumnya dua stasiun telah dinonaktifkan, yaitu Stasiun Kalimenur dan Stasiun Sedayu (di dekat Wates). Selain itu, Stasiun Maguwo digeser tapaknya sejauh sekitar 700 m ke arah timur mendekati bangunan utama Bandara Adisutjipto sehingga terbentuk kesatuan hubungan antarmoda, tanpa mengganti bangunan lama yang tremasuk bangunan cagar budaya. Perubahan juga dilakukan terhadap bangunan Stasiun Gawok, yaitu memindahkan bangunan stasiun lama yang berada di sisi selatan ke sisi utara jalur rel.
Kategori: |
wiki.gilland-ganesha.com, id.wikipedia.org, andrafarm.com, dsb.















